Selasa, 27 Maret 2012

PENENTUAN HARGA,PERMINTAAN,PENAWARAN



BAB I

PENDAHULUAN

1.1 LatarBelakang

Dizaman saat ini khususnya diNegara kita,tidak dipungkiri bahwa perkembangan da

lam bidang teknologi dan informasi membawa dampak perubah

an yang sangat besar bagi masyarakat kita.Masyarakat makin pintar dalam berfikir dan berkomunikasi,ini mempengaruhi dalam memilah suatu barang,apa yang menjadi kebutuhan prioritas atau apa yang tidak dibutuhkan.Tidak bisa dipungkiri bahwa dalam kehidupan ekonomi produsen dan konsumen adalah suatu kesatuan yang sangat sulit untuk dipisahkan,kehidupan produsen sangat bergantung dengan tingkat permin

taan dari konsumen,dan hal ini membuat konsumen berlomba-lomba untuk memperoleh penawaran yang setinggi-tingginya,sistem pasar inilah yang belangsung secara terus menerus hingga sekarang. Banyak orang menganggap bahwa ilmu ekonomi dimulai dan diakhiri dengan hukum perm

intaan dan penawaran

Oleh karena itu kita perlu mengetahui memahami apa yang dimaksud dengan penawaran dan permintaan itu sendiri,dan hal yang paling

pertama adalah kita perlu mengetahui apa saja yang mempengaruhi penentuan harga, permintaan dan penawaran komoditi tertentu, berikutnya baru kita dapat melihat bagaimana permintaan dan penawaran bersama-sama menentukan harga serta baga

imana sistem harga itu secara keseluruhan memungkinkan sistem perekonomian bereaksi terhadap perubahan permintaan dan perubahan penawaran. Permintaan dan penawaran membantu kita dalam memahami keberhasilan

sistem harga dan juga kegagalannya.

1.2 Masalah dan batasannya
Dalam makalah ini kita hendak membahas bagaimana pentingnya ilmu ekonomi dalam menentukan harga,baik dalam penawaran maupun jumlah permintaan khususnya masalah yang terjadi dalam kehidupan bermasyarakat dizaman ini.

1.3 Tujuan

· Mengetahui dan memahami defenisi dari penentuan harga, permintaan dan penawaran.

· Mengetahui dan memahami tentang hukum penentuan harga,permintaan dan penawaran.

· Mengetahui dan memahami pentingnya penggunaan materi ini dalam lingkungan masyarakat.

1.4 Manfaat

Mahasiswa sem


akin memahami dan mampu menganalisa hal-hal apasaja yang berkembang dalam kehidupan bermasyarakat khususnya dalam bidang ekonomi yaitu mencangkup penentuan harga dan sistem baik dalam permintaan maupun penawaran.

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 PENENTUAN HARGA

2.1.1 Definisi Ha

rga

Harga adalah suatu nilai tukar dari produk, barang maupun jasa yang dinyatakan dalam satuan moneter.Harga merupakan salah satu penentu keberhasilan suatu perusahaan karena harga menentukan seberapa besar keuntungan yang akan diperoleh perusahaan dari penjualan produknya baik berupa barang maupun jasa. Menetapkan harga terlalu tinggi akan menyebabkan penjualan akan menurun namun jika harga terlalu rendah akan mengurangikeuntungan yang dapat diperoleh organisasi Perusahaan

2.1.2 Tujuan Pen

entuan Harga

1. Mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya

2. Mempertahankan perusahaan.

3. Meraih ROI (Return on Investment).

4. Menguasai Pangsa Pasar

5. Mempertahankan status quo

2.1.3 Pendekatan Dalam Penentuan Harga :

Ada tiga pendekatan dalam penentuan harga : pendekatan supply dan demand, pendekatan yang berorientasi ke biaya, dan pendekatan pasar. Meskipun ketiganya berbeda, tapi pada prinsipnya mereka saling melengkapi. Dengan ketiga alat tersebut, perusahaan dijamin bahwa harga yang ditentukan akan menutupi biaya, menghasilkan keuntungan, dan citra produk yang baik pada konsumen.

1. Pendekatan Supply dan Demand

Interaksi antara supply dan demand merupakan proses tawar menawar yang tidak terlihat dan informal yang secara terus menerus untuk menegosiasikan jumlah produk yang akan dibuat atau dikonsumsikan pada tingkat harga tertentu. Pada saat tingkat harga tinggi, produsen akan mau menghasilkan banyak produk dan jika tingkat harga yang rendah akan mengkonotasikan tingkat penawaran yang rendah.

Demand adalah kualitas barang yang akan dibeli konsumen pada tingkat harga tertentu. Harga yang tinggi akan menyebabkan konsumen akan mencari produk alternatif. Sebaliknya, harga yang rendah akan mendorong konsumen membeli lebih banyak. Equilibrium price adalah tingkatan harga saat konsumen bersedia membayar seimbang dengan kuantitas yang akan dihasilkan produsen. Pendekatan ini bisa berjalan untuk pasar keseluruhan, tapi sulit dijalankan untuk suatu produk individual.

2. Pendekatan Yang Berorientasi Pada Biaya

Pendekatan ini dilakukan dengan menjumlah biaya yang dikeluarkan untuk membuat barang ditambah biaya untuk jasa yang terkait, biaya overhead, dan tingkat keuntungan yang diinginkan. Dalam pendekatan yang berorientasi pada biaya ini, ada dua macam pendekatan yang bisa dig

unakan yaitu : mark up pricing dan break-even analysis.

· Mark up pricing dilakukan dengan menghitung seluruh biaya yang terkait dalam suatu produk kemudian ditentukan markup untuk menutupi biaya dan tingkat keuntungan yang diinginkan.

· Break even analysis (analisis pulang pokok) adalah metoda penentuan jumlah unit yang harus dijual pada tingkat harga tertentu untuk menutupi biaya dan menghasilkan keuntungan. Dalam metoda ini, perusahaan membandingkan biaya total dan penerimaan total. Biaya total terdiri atas biaya tetap dan biaya variabel.

Biaya tetap merupakan biaya yang jumlahnya tetap berapapun unit yang diproduksi. Biaya variabel merupakan biaya yang jumlahnya berubah sesuai peningkatan jumlah produk. Penerimaan total terdapat dari perkalian harga jual dan kualitas produk yang dijual.

3. Pendekatan Pasar

Pendekatan ini mengasumsikan bahwa variabel dalam pasar mempengaruhi harga. Faktor-faktor tersebut meliputi faktor Politik, Sosial, budaya, persepsi Individu, persaingan, waktu, serta good will.

2.1.4 Strategi Penentuan Harga Yang Bisa Digunakan

Ada berbagai strategi penentuan harga yang bisa digunakan. Pertimbangan-pertimbangan yang seringkali digunakan

dalam strategi penentuan harga yang dipakai adalah : sasaran perusahaan, tahapan produk dalamproduct life cycle (daur ulang suatu produk), dan kondisi persaingan. Beberapa strategi yang bisa digunakan antara lain :

1. Skimming pricing: penentuan harga tinggi saat produk pertama memasuki pasar.

2. Penetraling pricing: penentuan harga rendah untuk menembus pasar dan mendapatkan pangsa pasar baru.

3. Odd pricing: penentuan harga dengan mengurangi sedikit dari jumlah tertentu (misal: Rp 9.995)

4. Follow the leader pricing: penentuan harga didasarkan pada harga yang ditentukan pemimpin pasar.

5. Price Lining: penentuan harga yang berbeda unutk tiap model produk yang berbeda dan jenis produk terten

tu.

6. Relative Pricing: penentuan harga yang bisa jadi lebih besar, sama, atau lebih kecil dari pesaing.

7. Psychological pricing: praktek pemasaran didasarkan pada teori bahwa harga tertentu memiliki dampak psikologis.

8. Multiple unit pricing: Akan mendapatkan harga lebih murah jika membeli dalam jumlah besar.

9. Leader Pricing : Menjual barang yang menarik di bawah harga pasar

10. Price discount: pemotongan berdasarkan persentase dari harga yang telah ditetapkan.

2.2 PERMINTAAN

2.2.1 Pengertian Permintaan

Permintaan adalah jumlah barang atau komoditi yang diminta oleh pembeli untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sosial dalam suatu pasar ekonomi.

2.2.2 Hukum Permintaan

Hukum permintaan adalah makin tinggi harga suatu barang, makin sedikit jumlah barang yang diminta dan sebaliknya makin rendah harga suatu barang makin banyak jumlah barang yang diminta. Adanya kenaikan permintaan menyebabkan kenaikan harga pada harga ekuilibrium maupun kuantitas ekuilibrium. Penurunan permintaan akan menyebabkan penurunan harga ekuilibrium maupun kuantitas ekuilibrium.

2.2.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Permintaan

Permintaan seseorang atau suatu masyarakat akan suatu barang ditentukan oleh banyak faktor. Diantara faktor-faktor tersebut yang terpenting adalah :

1. Harga barang itu sendiri

Sesuai dengan hukum permintan itu sendiri “semakin turun nilai harga barang, maka akan semakin banyak jumlah barang yang diminta dan sebaliknya semakin tinggi nilai harga barang, makan semakin dikit pula jumlah barang yang diminta”. Jadi harga barang itu sendiri juga sangat berpengaruh terhadap permintaan.

2. Harga barang-barang lain yang bersifat substitutif terhadap barang tersebut

Konsumen akan cenderung mencari barang atau jasa yang harganya relatif lebih murah untuk dijadikan alternatif penggunaan. Contohnya: bila seseorang yang sedang pergi dinas ke jogyakarta membutuhkan transportasi untuk sampai ke kota tujuan dan sudah biasa menggunakan pesawat terbang. Tetapi harga tiket pesawat Jakarta-Jogyakarta harganya sedang melonjak sedangkan

harga tiket kereta api lebih murah, maka konsumen cenderung akan memilih kereta api sebagai alat transportasi untuk menghemat biaya. Dan kereta api termasuk kedalam barang substitusi (pengganti)

3. Pendapatan rumah-tangga atau pendapatan masyarakat

Orang yang punya gaji dan tunjangan yang besar maka dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya sehingga tidak terlalu banyak pengeluarannya.

4. Selera dan prilaku seseorang atau masyarakat

Selera konsumen terhadap barang dan jasa dapat memengaruhi jumlah barang yang diminta. Jika selera konsumen terhadap barang tertentu meningkat maka permintaan terhadap barang tersebut akan meningkat pula. contohnya, sekarang ini banyak orang yang mencari Ponsel Blackberry yang se

dang trend sekarang ini, karena selera konsumen akan barang tersebut tinggi maka permintaan akan barang tersebut akan meningkat.

5. Jumlah penduduk.

Pertambahan penduduk akan memengaruhi jumlah barang yang diminta. Jika jumlah penduduk dalam suatu wilayah bertambah banyak, maka barang yang diminta akan meningkat.

· Kurva permintaan adalah suatu kurva yang menggambarkan sifat hubungan antara harga suatu barang dan jumlah barang tersebut yang diminta oleh para pembeli. Kurve permintaan dibuat berdasarkan data riil di masyarakat tentang jumlah permintaan suatu barang pada berbagai tingkat harga, yang disajikan dalam bentuk table.

· Fungsi permintaan ( demand function) adalah persamaan yang menunjukkan hubungan antara jumlah permintaan suatu barang dan semua faktor-faktor yang mempengaruhinya.

Perubahan permintaan suatu barang yang dipengaruhi oleh faktor-faktor selain harga barang itu sendiri, akan ditunjukkan oleh pergeseran kurva permintaan ke kiri atau ke kanan. Pergeseran ke kiri menunjukkan penurunan jumlah permintaan, sedangkan pergeseran ke kanan menunjukkan peningkatan jumlah permintaan.

2.2.4 Macam

-Macam Permintaan

Permintaan dapat dibedakan menjadi beberapa kelompok, antara lain permintaan berdasarkan daya beli dan jumlah subjek pendukung.

1. Permintaan Menurut Daya Beli

Berdasarkan daya belinya, permintaan dibagi menjadi tiga macam, yaitu permintaan efektif, permintaan potensial, dan permintaan absolut.

· Permintaan efektif adalah permintaan masyarakat terhadap suatu barang atau jasa yang disertai dengan daya beli atau kemampuan membayar. Pada permintaan jenis ini, seorang konsumen memang membutuhkan barang itu dan ia mampu membayarnya.

· Permintaan potensial adalah permintaan masyarakat terhadap suatu barang dan jasa yang sebenarnya memiliki kemampuan untuk membeli, tetapi belum melaksanakan pembelian barang atau jas

a tersebut. Contohnya Pak Yosua sebenarnya mempunyai uang yang cukup untuk membeli mobil, namun ia belum mempunyai keinginan untuk membeli mobil.

· Permintaan absolut adalah permintaan konsumen terhadap suatu barang atau jasa yang tidak disertai dengan daya beli. Pada permintaan absolut konsumen tidak mempunyai kemampuan (uang) untuk membeli barang yang diinginkan. Contohnya Dedi ingin membeli sepeda motor. Akan tetapi uang yang dimiliki nya tidak cukup untuk membeli motor tersebut. Oleh karena itu keinginan Dedi untuk membeli motor tidak bisa terpenuhi.

2. Permintaan Menurut Jumlah Subjek Pendukungnya

Berdasarkan jumlah subjek pendukungnya, permintaan terdiri atas permintaan individu dan permintaan kolektif.


·
Permintaan individu

Permintaan individu adalah permintaan yang dilakukan oleh seseorang untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

· Permintaan kolektif

Permintaan kolektif atau permintaan pasar adalah kumpulan dari permintaan-permintaan perorangan/individu atau permintaan secara keseluruhan para konsumen di pasar. Contohnya, Shella akan membeli apel di pasar. Selain Shella, di pasar juga ada beberapa pembeli lainnya yang akan membeli apel. Jika permintaan Shella dan teman-teman / pembeli lain tersebut digabungkan maka terbentuk permintaan pasar.

2.2.5 Contoh Permintaan

sesuai dengan keadaan sekarang

Berikut ini adalah contoh daftar permintaan yang dilakukan masyarakat dalam membeli Bawang, semakin mahal dikarenakan cuaca saat ini tidak menentu serta serangan hama yang merusak tumbuhan dan menyebabkan para petani Bawang gagal panen sehingga stok Bawang sangat langka. pada tabel berikut ini.

No.

Harga Bawang Per Kg

Pembelian Masyarakat

1

Rp. 20.000

80 Kg

2

Rp. 50.000

55 Kg

3

Rp. 70.000

30 Kg

4


Rp. 100.000

16 Kg

5

Rp. 120.000

8 Kg

Dari data Tabel di atas mengenai daftar permintaan Bawang oleh masyarakat. Dapat di simpulkan. Ketika harga Bawang Rp. 20.000,00/kg permintaan masyarakat dapat mencapai sebesar 80 kg. Namun ketika harga Bawang menjadi Rp. 50.000,00/kg, permintaan turun menjadi 55 kg. Dan seterusnya harga Bawang terus meningkat hingga sampai kenaikan Bawang hingga Rp. 120.000,00/ Kg, permintaan masyarakat menjadi 8 kg. Karena mungkin masyarakat lebih cenderung pindah ke barang pengganti yang lebih murah. Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi harga


suatu barang, permintaan akan turun. Kondisi tersebut menggambarkan bunyi hukum Permintaan. Hukum permintaan adalah “semakin turun nilai harga barang, maka akan semakin banyak jumlah barang yang diminta dan sebaliknya semakin tinggi nilai harga barang, makan semakin dikit pula jumlah barang yang diminta”

2.3 PENAWARAN

2.3.1 Pengertian Penawaran

Penawaran adalah jumlah barang atau komoditi yang akan diproduksi dan ditawarkan untuk dijual dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat sosial dalam suatu pasar ekonomi.

2.3.2 Hukum Penawaran

Hukum penawaran adalah makin tinggi harga suatu barang, makin banyak jumlah barang yang ditawarkan oleh para p

enjual dan sebaliknya makin rendah harga suatu barang, makin sedikit jumlah barang yang ditawarkan. Kenaikan harga penawaran akan menyebabkan penurunan harga ekuilibrium dan menyebabkan kenaikan kuantitas ekuilibrium. Penurunan penawaran menyebabkan kenaikan harga ekuilibrium dan menyebabkan penurunan kuantitas ekulibrium.

2.3.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Penawaran

1. Harga barang itu sendiri

Sesuai dengan hukum penawaran itu sendiri “semakin tinggi nilai harga barang, maka akan semakin banyak jumlah barang yang bersedia ditawarkan dan sebaliknya semakin rendah nilai harga barang, makan semakin dikit pula jumlah barang yang ditawarkan Jadi harga barang itu sendiri juga sangat berpengaruh terhadap penawaran.

2. Harga b

arang-barang lain (barang-barang substitusi)

Permintaan barang akan berkurang jika ada harga barang pesaing yang lebih murah, jadi penawaran pun harus dikurangi supaya bisa menutupi kekurangan dalam permintaan suatu barang.

3. Biaya produksi

Jika biaya pembuatan/produksi suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual. Dengan adanya teknologi canggih bisa menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga memicu penurunan harga.

4. Tujuan-tujuan perusahaan

Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented) akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.

5. Pajak

Tinggi nya pajak akan m


empengaruhi kestabilan harga suatu barang, jadi jika pajak tinggi maka barang pun otomatis harganya akan lebih tinggi dan permintaan konsumen akan berkurang.

6. Tingkat teknologi yang digunakan

Adanya kemajuan teknologi akan menyebabkan pengurangan terhadap biaya produksi dan produsen dapat menawarkan barang dalam jumlah yang lebih besar lagi.

7. Perkiraan harga barang di masa datang

Apabila kondisi pendapatan masyarakat meningkat, biaya produksi berkurang dan tingkat harga barang dan jasa naik,

maka produsen akan menambah jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Tetapi bila pendapatan masyarakat tetap, biaya produksi mengalami peningkatan, harga barang dan jasa naik, maka produsen cenderung mengurangi jumlah barang dan jasa yang ditawarkan atau beralih pada usaha lain.

Fungsi penawaran adalah persamaan yang menunjukkan hubungan antara jumlah barang yang ditawarkan oleh penjual dan semua faktor yang mempengaruhinya.

· Kurva penawaran adalah kurva yang menunjukkan hubungan berbagai jumlah barang dan jasa yang ditawarkan oleh produsen pada berbagai tingkat harga. Kurva ini akan menghubungkan titik-titik koordinat pada sumbu harga (sumbu Y) dengan sumbu jumlah barang (sumbu X). Contoh harga HDD

(Hard Disk Drive) komputer mengalami kenaikkan pasca musibah di negeri Thailand:

No.

Tingkat Harga

Barang Yang ditawarkan

1.

Rp. 450.000

10

2.

Rp. 500.000

15

3.

Rp. 650.000

20

4.

Rp. 950.000

25

Kurva Penawaran


2.3.4 Macam-Macam Penawaran


Apabila ditinjau dari jumlah barang yang ditawarkan, penawaran dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu penawaran perorangan dan penawaran kolektif.

1. Penawaran Individu

Penawaran individu adalah menawarkansejumlah barang yang akan dijual oleh seorang penjual ke konsumen secara langsung.

Kenapa dikatakan demikian? Karena penawaran individu hanya mencakup ruang lingkup yang sempit, jadi yang melakukan penawaran adalah penjual itu sendiri.

2. Penawaran Kolektif

Penawaran kolektif disebut juga penawaran pasar. Penawaran kolektif adalah keseluruhan jumlah suatu barang yang ditawarkan oleh penjual di pasar. Penawaran pasar merupakan penjumlahan dari keseluruhan penawaran perorangan.

2.3.5 Contoh Penawaran sesuai dengan keadaan sekarang

Berikut ini adalah contoh daftar penawaran penjual yang dilakukan penjual dalam menjual note book A yang sedang trand sekarang ini. pada tabel berikut ini. :

No.

Harga note book A

Penjualan

1

Rp. 4.500.000

10

2

Rp. 5.250.000

20

3

Rp. 7.000.000

35

4

Rp. 8.750.000

40

5

Rp. 12.000.000

45

Dari table di atas hukum penawaran dari penjualan note book A. Pada tabel tersebut, akan terlihat bahwa apabila harga note book A Rp. 4.500.000,00, jumlah note book A yang ditawarkan sebanyak 10 unit.Pada saat harga note book A Rp. 5.250.000,00. penjual menawarkan note book sebanyak 20 unit. Hingga pada harga Rp12.000.000,00, jumlah note book A yang ditawarkan sebanyak 45 unit. Jadi berdasarkan tabel di atas dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi harga, jumlah barang yang ditawarkan semakin banyak. Sebaliknya semakin rendah harga barang, jumlah barang yang ditawarkan semakin sedikit. Inilah yang disebut hukum penawaran. Hukum penawaran menunjukkan keterkaitan antara jumlah barang yang ditawarkan dengan tingkat harga.

Hukum penawaran akan berlaku apabila faktor-faktor lain yang memengaruhi penawaran tidak berubah (ceteris paribus).

Kesimpulan :

Penentuan Harga,Penawaran serta Permintaan sangat diperlukan dalam perkembangan sistem ekonomi.Penentuan Harga bersumber pada penawaran dan permintaan.Penawaran bersumber pada kuantitas barang yang akan diproduksi dan ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,sedangkan Permintaan bersumber pada kuantitas permintaan barang berdasarkan harga yang ditawarkan.

Ilmu ekonomi ini tidak selalu bisa diterapkan disetiap Negara,banyak faktor-faktor yang mempengaruhi baik dalam penawaran maupun permintaan,diataranya harga,mutu barang,kebutuhan,gaya hidup,dsb.

Pelajaran dari teori ini menjelaskan kepada mahasiswa bagaimana seharusnya menentukan harga,agar hukum penawaran dan permintaan dapat berjalan seimbang,sehingga terciptanya masyarakat yang paham ekonomi dan berkualitas.



Materi Tugas : Penentuan Harga,Penawaran dan Permintaan

Kelompok (1) :

Yosua Minando (18110693)

Achmad Maulana (10110078)

Shella Andelica (16110510)

Imanuel Hasiholan (13110479)

0 komentar:

Posting Komentar